Kamis, 12 Januari 2017

Laporan Praktikum Agrostologi Perbanyakan Tanaman




1.1              Tujuan          
Untuk mengetahui cara  perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif (pols, stolon, stek, dan rhizome) yang terbaik.


1.2              Alat dan Bahan
1.2.1        Alat
1        Cangkul, berfungsi untuk menggemburkan tanah.
2        Sekop, berfungsi untuk mengambil tanah.
3        Kored, berfungsi untuk menggemburkan tanah.
4        Ember, berfungsi sebagai tempat penyimpanan tanah.
5        Beaker glass, berfungsi sebagai tempat menyimpan air.
6        Baki, berfungsi sebagai tempat tanaman yang akan di tanam.
7        Spuit, berfungsi sebagai alat suntik untuk mengambil air atau cairan tertentu.
1.2.2        Bahan
1.    Root most, berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan akar.
2.    Polybag berfungsi sebagai wadah media tanam.
3.    Label berfungsi sebagai penanda tanaman yang akan dilihat perbanyakan tanamannya.
4.    Tanah berfungsi sebagai media tanam kacang-kacangan dan benih rumput.
5.    Kompos berfungsi sebagai tambahan media tanam selain tanah dengan perbandingan 3:1.

1.3              Prosedur
1.3.1        Siapkan Media Tumbuh
1.    Tempat            : Polybag.
2.    Media tanam   : Tanah dan Kompos, dengan perbandingan 3:1.
3.    Campurkan tanah dan kompos, kemudian masukkan ke daam polybag. Beri label yang sudah ditulis Kelas, Kelompok, Perlakuan.
1.3.2        Siapkan Tanaman
1.     Pols                  : Brachiaria brizanta  (Ditanam degan kedalaman 1 cm).
2.  Stolon         : Rumput afrika (ditanam dengan salah satu bagiannya harus ditanam atau dimasukkan ke dalam media tanam)
3.   Stek             : Rumput gajah mini, stylosantes, dan daun kasep, kacang pintoy (Celupkan keempat tanaman ke dalam larutan most selama 5 menit, tanam dengan kedalaman 1-2 node, tergantung jmlah node).
4.     Rhizome          : Rumput bahia ditanam dengan kedalaman 1 cm.
5.     Tanam pada polybag keempat jenis tanman tersebut
6.     Amati dan pelihara selama 4 minggu.

1.4              Hasil Pengamatan
No
Peralakuan
Minggu 1
Minggu 2
Minggu 3
Minggu 4
1
Rumut Gajah mini (vertikal)
3 cm
Tumbuh daun muda
7cm
Rumput muda bertambah
13cm
Rumput semakin berkembang
21cm
Rumput sedikit layu dengan daum menguning
2
Rumput Gajah mini (horizontal)
2 cm
Tumbuh akan dan daun muda
5cm
Rumput muda berkembang
11cm
Rumput semakin berkembang
19 cm
Rumput semakin berkembang
3
Rumput Aftika
Stolon berkembang dan tumbuh bakal rumput 1cm

Stolon dan bakal rumput  berkembang 6 cm
Stolon tumbuh samai keluar polybag, rumput semakin berkembang 12 cm
1.  Rumput semakin berkmebang 20 cm
4
Rumput Bahia
Belum tumbuh

Tumbuh bakal daun 1cm

Rumput semakin banya dan tmbuh 3 cm

Rumput semakin berkembang 5 cm
5
Brachiaria brizanta
Tumbuh bakal rumput
Bakal umput tumbuh 0,4 cm
Rumput mati
Ttumput mati dan menguning
6
Stylosantes
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
7
Daun Kasap
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
8
Kacang pintoy
Grabratha.
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh
Tidak tumbuh

1.1              Pembahasan
Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat dilakukan secara alamiah yaitu perbanyakan tanaman tanpa melalui perkawinan atau tidak menggunakan biji dari tanaman induk yang  terjadi secara alami tanpa bantuan campur tangan manusia. Perbanyakan tanaman secara vegetatif alamiah dapat terjadi melalui tunas, umbi, rizoma, dan geragih (stolon). Perbanyakan tanaman secara vegetatif juga dapat dilakukan secara buatan yaitu perbanykan tanaman tanpa melalui perkawinan atau tidak menggunakan biji dari tanaman induk yang terjadi secara buatan dengan bantuan campur tangan manusia. Tanaman yang biasa diperbanyak dengan cara vegetatif buatan adalah tanaman yang memiliki kambium. Tanaman yang tidak memiliki kambium atau bijinya berkeping satu (monokotil) umumnya tidak dapat diperbanyak dengan cara vegetatif buatan. Perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dapat dilakukan dengan cara stek, cangkok, dan merunduk (layering). Selain itu, perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan cara okulasi dan sambung (grafting) (Rahman, dkk., 2012).
Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam memproduksi bibit dengan cara perbanyakan vegetatif yaitu
1.       faktor tanaman (genetik, kondisi tumbuh, panjang entris),
2.      faktor lingkungan (ketajaman, kesterilan alat, kondisi cuaca, waktu pelaksanaan), dan
3.      faktor keterampilan orang yang melakukanya (Naipospos, 2015).
            Wudianto (1998), mendefinisikan stek sebagai suatu perlakuan pemisahan, pemotongan  beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. Dengan dasar itu maka muncullah istilah stek akar, stek batang, stek daun, dan sebagainya.
            Stek batang didefinisikan sebagai pembiakan tanaman dengan menggunakan bagian batang sampai pucuk yang dipisahkan dari induknya, sehingga menghasilkan tanaman yang sempurna. Menurut Yasman dan Smits (1988), stek batang pucuk ini sebaiknya diambil dari bagian tanaman ortotrof sehingga diharapkan dapat membentuk suatu batang yang kokoh dan lurus keatas.
            Keuntungan dari perbanyakan ini  adalah lebih efisien jika dibandingkan dengan cara lain karena cepat tumbuh dan penyediaan bibit dapat dilakukan dalam jumlah yang besar.  Sedangkan kesulitan yang dihadapi adalah selang waktu penyimpanan relatif pendek antara pengambilan dan penanaman (Wudianto, 1998).
            Dalam praktikum perbanyakan tanaman yang menggunakan  perbanyakan dengan cara stek sebanyak 4 jenis tanaman yaitu rumput gajah mini yang ditanam vertikal dan horizontal, stylosantes, daun kasap, dan Kacang piintoy grabratha. Pertumbuhan rumput gajah mini ditanam secara horizontal diamati setiap minggu dengan rincian minggu ke 1 tumbuh daun muda 3 cm , minggu ke 2 rumput muda bertambah menjadi  7 cm, minggu ke 3 rumput semakin berkembang menjadi 13 cm    , minggu ke 4 rumput sedikit layu dengan daum menguning dengan panjang 21 cm.
            Pertumbuhan rumput gajah mini yang ditanam horizontal yaitu minggu ke 1 Tumbuh akan dan daun muda 2 cm, minggu ke 2 rumput muda berkembang menjadi 5cm, minggu ke 3 rumput semakin berkembang menjadi 11 cm, minggu ke 4 rumput semakin berkembang menjadi 19 cm. Sedangkan tanaman stylosantes, daun kasap, dan Kacang piintoy grabratha diamati selama 4 minggu tidak tumbuh, hal tersebut dikarenakan faktor-faktor  faktor tanaman (genetik, kondisi tumbuh, panjang entris), faktor lingkungan (ketajaman, kesterilan alat, kondisi cuaca, waktu pelaksanaan), dan faktor keterampilan orang yang melakukanya.
            Perbanyakan tanaman dengan sobekan rumpun (pols) yang baik diperoleh dari rumpun yang sehat, mengandung banyak akar dan calon anakan baru(tepi rumpun) dan vegetatifnya dipotong agar tidak terlalu banyak penguapan, sebelum sistem perakarannya dapat menghisap air secara aktif. Setiap pols terdiri dari 1-2 batang rumput dan diambil dari bagian rumpun yang baru. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang di areal yang akan ditanami dan kemudian rumpun diletakkan di dalam lubang setelah itu lubang ditutup dengan tanah. Tanaman yang penanamannya menggunakan teknik pols contohnya adalah rumput star grass dan rumput bede (Brachiaria decumbens) (Saputro, T, 2015).
            Perbanyakan tanaman dengan pols  dalam praktikum yaitu tanaman Brachiaria brizanta. Pengamatan dilakukan 4 minggu didapat hasil: minggu ke 1 tumbuh bakal rumput, minggu ke 2 bakal rumput tumbuh 0,4 cm, minggu ke 3 rumput mati, minggu ke 4 rumput mati dan menguning. Tanaman ini mati di minggu ke 3 dikarenakan kondisi cuaca yang terus –menerus hujan sehingga akhirnya tanaman tersebut mati.
             Perbanyakan tanaman dengan stolon, stolon adalah cabang kecil yang tumbuh mendatar atau menjalar di atas permukaan tanah. Penampakan stolon secara visual mirip dengan sulur. Tunas dan akar stolon tumbuh membentuk generasi tanaman baru. Stolon yang tumbuh segera dipotong atau dipisahkan dari rumpun induk sebagai bahan tanaman (bibit). Bibit yang berasal dari stolon disebut geragih atau runners ( Adanikid, 2008).
            Perbanyakan dengan stolon dalam praktikum adalah rumput afrika. Pengamatan dilakukan selama 4 minggu dan di dapat hasil: minggu ke 1 stolon berkembang dan tumbuh bakal rumput 1cm, minggu ke 2 stolon dan bakal rumput berkembang 6 cm, minggu ke 3 stolon tumbuh samai keluar polybag, rumput semakin berkembang 12 cm, minggu ke 4 rumput semakin berkembang menjadi 20 cm.
            Perbanyakan tanaman dengan rhizoma, rhizoma adalah batang beserta daun yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar, dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rhizoma adalah penjelmaan dari batang dan bukan akar, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1        Beruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersifat demikian.
2        Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik.
3        Mempunyai kuncup-kuncup.
4        Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, terkadang tumbuh ke atas, muncul di atas tanah.
Rhizoma berfungsi sebagai alat perkembangbiakan dan tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan (Afifah, E, S., 2015).
Perbanyakan dengan rhizoma dalam praktikum adalah dalam penanaman rumbut bahia. Pengamatan dilakukan selama 4 minggu dan di dapat hasil: minggu ke 1 belum tumbuh, minggu ke 2 tumbuh bakal daun 1 cm, minggu ke 3 rumput semakin banyak dan tumbuh 3 cm, minggu ke 4 rumput semakin berkembang menjadi 5 cm.
            Hasil praktikum pengamatan perbanyakan tanaman dengan menggunakan pols, stolon, stek dan rizoma di dapat tumbuhan yang lebih cepat tinggi adalah stek karena dalam hasil pengamatan selama 4 minggu didapat 21 cm. Hal ini sesuai dengan pendapat Wudianto (1998) keuntungan dari perbanyakan stek adalah lebih efisien jika dibandingkan dengan cara lain karena cepat tumbuh dan penyediaan bibit dapat dilakukan dalam jumlah yang besar.
            Tumbuhan stylosantes, daun kasap, kacang pintoy grabratha tidak tumbuh, hal tersebut dikarenakan karena faktor penyetekan yang salah (ketiga tumbuhan tersebut perbanyakan tanaman dengan stek), karena faktor dalam tanaman tersebut kurang baik seperti kurang cadangan makanan dalam pertumbuhan akar dan faktor  lingkungan seperti suhu. Hal tersebut sesua dengan pendapat  (Hartman dkk., 1983) suhu perakaran optimal untuk perakaran stek berkisar antara 21ºC sampai 27ºC pada pagi dan siang hari dan 15ºC pada malam hari. Suhu yang terlampau tinggi dapat mendorong perkembangan tunas melampaui  perkembangan perakaran dan meningkatkan laju transpirasi. Sedangkan suhu rendah menghambat pertumbuhan metabolisme, dan pendewasaan akar.

KESIMPULAN

a.   Perbanyakan tanaman dengan cara pols, stolon, stek, dan rhizoma didapat hasil perbanyakan terbaik adalah perbanyakan dengan menggunakan stek, hal tersebut terlihat dengan pertumbuhan rumput gajah mini secara horizontal selama 4 minggu setinggi 21 cm.

b.   Faktor yang mempengaruhi perbanyakan tanaman tidak terjadi dikarenakan faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam terdapat pada kondisi tumbuhan tersebut seperti banyak atau tidaknya cadangan makanan untuk pertumbuhan akar dan Faktor luar seperti lingkungan dan kondisi cuaca pada tempat penanaman.


DAFTAR PUSTAKA

Adanikid. 2008. Bertanam Strawberrie.  http://www.feedmap.net  (Diakses pada  hari senin, 21              Oktober 2015 pukul 15:00 wib).

Afifah, E, S. 2015. Perbedaan Kadar Kalium Pada Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Segar             Dan Ekstrak Daun Binahong. Tesis. Fakultas Pertanian Unimus. Semarang.

Hartman dan Kester, 1983. Plant propagation Principle and Practise Prentice. Hall          Internasional Inc Engelwoods Clifs New Jersy.

Naipospos, N. 2015. Teknik Grafting untuk Perbanyakan Tanaman. Penyuluhan PKK desa          Karang Kedawung, Sokaraja. Banyumas.

Rahman, dkk,. 2012. Dasar-dasar Agronomi: Perbanyakan Tanaman secara Vegetatif. Program               Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Jambi. Jambi.

Saputro, T. 2015. Penanaman Hijauan Pakan Ternak. http://www.ilmuternak.com (Diakses pada              hari senin, 21 Oktober 2015 pukul 16:00 wib).

Wudianto, 1998. Membuat stek cangkok. Cangkok dan Okulasi. Penebar  Swadaya. Jakarta.

Yasman dan Smits,  1988.  Metode Pembuatan stek.  Badan Peneliti kehutanan Samarinda.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© Note-Student | Share Science
Posts RSSComments RSS
Back to top